Masalah Pasar

Masalah Pasar
Pasar menjadi inti dari usaha atau industri. Pasar harusnya diurus secara integrated (terpadu) dengan perindustrian, perdagangan, UMKM, dan Koperasi. Kalau berpisah, bagaimana bisa mensinkronkan kegiatan usaha yang menjadi denyut nadi pengentasan kemiskinan ini?

Di tengah gencarnya arus globalisasi dan teknologi informasi, harus dipahami, hakekat pasar adalah pertemuan antara penjual dan pembeli. Simple memang tetapi karena adanya berbagai arus kehidupan, gaya, trend, strategi pemasaran, alur distribusi dan lain sebagainya, memaksa kita untuk jeli dalam mensikapi teori yang sederhana ini. Pasar harus berkembang tak hanya sebagai pertemuan antara penjual dan pembeli, tetapi mampu menerjemahkan "siapa pembeli masa depan".

Jangan sampai kita selalu menjadi rakyat yang melihat peluaang dari suksesnya orang lain! Alias serba ketinggalan.

Harus diperjelas antara kebutuhan pasar memang menjadi wilayah WAJIB ada dan WAJIB berkembang. Dan terbagi secara jelas menjadi PASAR MODERN dan PASAR TRADISIONAL. Di pasar tradisional ini, pemerintah dituntut untuk kreatif menyesuaikan kemampuan daya teknik menjual dan arus trend pembeli yang kian berubah menuju modernisasi. Betapa banyak pasar tradisional kini sepi bahkan mangkrak? Di sisi lain, pasar tradisional justru ditutup di saat masih dibutuhkan.

Pasar modern perlu dicermati bukan sekedar FISIK tetapi juga teknik dan metode harus menyesuaikan arus jaman. PASAR ON LINE perlu disosialisasikan kepada masyarakat, bahkan, kalau perlu PEMDA harus menjadi pelopor pasar ONLINE di Magelang.

Dengan melibatkan semua unsur masyarakat terntunya para pengusaha dan dunia industri, pasar tradisional dan modern akan berjalan seiring maju. Dan ekonomi bergerak, masyarakat menikmati peningkatan ekonomi dengan pasar yang luas dan jelas. Potret pasar tradisional adalah KUMUH. Sedangkan trend masyarakat menuju tertata rapi. Kalau tidak disikapi dari sekarang, pasar akan mati dan semua menjadi INDOMARET dan ALFAMARET. Mereka leluasa tertlecek di mana mana. Akhirnya pasar menjadi ORA MARETI (rak maregi) ....

 

Comments  

 
-1 #2 atin 2011-10-09 12:01
Menurut saya dengan adanya pasar modern itu udah bagus untuk perkemabangan di masa sekarang,namun kita juga hendaknya tidak lupa akan adanya pasar tradisional karena dari sinilah muncul pasar-pasar seperti sekarang.. masing-masing pasar memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing..Masyarakat dikalangan menengah keatas lebih cenderung ke pasar-pasar modern,sedangkan untuk kalangan menengah lebih ke pasar tradisional. Hal ini seolah menunjukkan bahwa pasar modern hanya di peruntukan bagi masyarakat kalangan menengah ke atas dan pasar tradisional hanya untuk masyarakat kalangan menengah kebawah.
Quote
 
 
0 #1 gupolo mbudur 2011-04-03 06:47
kembalikan pasar borobudur sebagai pasar yang tertib bersih dan nyaman bagi wisatan dan penduduk lokal,..harga2 juga terkontrol...
terlalu banyak pungli yang diambil oleh pemda sekarang di pasar borobudur.dan sekarang masih berlangsung dan kebanyakan orang dari luar borobudur yang mengenyam rejeki yang terjadi disana,..
perlu diseimbangkan antara penjual lokal dan penjual dari luar,..ssehingga masyarakat sekitar juga dapat terpenuhi,..kalo gak bisa pasare dipindah wae pak bupati..
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh